Friday, September 04, 2020

Mengenalkan Anak dengan Warisan Nilai Budaya

 

Mengenalkan Anak dengan Warisan Nilai Budaya

Hidup terus bergerak maju, teknologi informasi niscaya memudahkan informasi. Informasi menjadi tuntunan tanpa filter. Eksistensi diri mengalami ambigu. Bingung dan aneh tanpa disadari. Perilaku meniru idola nun jauh disana, dipraktikkan disini. Tidak ada sekat dan batas lagi. Komunikasi berpindah ke dunia internet. Menorobos ruang digital melalui media sosial. Interaksi dunia maya sebagai wujud globalisasi. Semakin kuat merebut dan mempengaruhi nilai-nilai internasional dan lokal. Batasan negara dan wilayah telah hilang berubah tanpa batas. Perebutan budaya yang klasik dan nilai-nilai makin terlihat samar. Kebenaran nilai menjadi semu, dengan dalih  dianggap modern, gaul, dan trendy. Anak-anak yang sedang tumbuh makin kehilangan identitas diri, tidak mendengar kebenaran dan kata-kata hati. Mereka mendahulukan impulsif-impulsif yang penuh nafsu dan insting yang tanatos. 

Maraklah cyber bulying dalam dunia maya yang menggerus waktu dan energi menjadi sia-sia dan terlena dengan kesenangan, rebahan dan mudah terbawa arus globalisasi. Kesenangan sesaat yang bertahta, mengejar "like" dan pujian diantara postingan di media sosial. Ditengah arus yang dimanjakan dengan teknologi, semua ingin cepat dan instant, keinginan sesaat harus segera dipenuhi dengan serba cepat, tanpa proses kerja keras dalam berbagai hal. Sering tergesa-gesa dalam segala hal. Melakukan segala cara memenuhi kebutuhan. Jika hal tersebut terjadi, maka usaha memenuhi kebutuhannya akan membebani orang lain, melakukan kekerasan pada keluarga,  terisolir dari masyarakat. 


Anak-anak kini belajar dari rumah. Tentu menggunakan hp, laptop yang integrasi dengan internet  mengakses ke sekolah. Masa pandemi covid 19 anak-anak belajar sendiri di rumah. 7 bulan berjalan, sejak Maret-Sepetember 2020 anak-anak berselancar di dunia maya. Tentu tidak mudah mengendalikan jari untuk tidak mencari hal-hal baru yang ada di hp atau laptop. Jari menjadi sakti bisa memilih akses yang akan dilihat di hp yang terkoneksi internet. Hp memiliki akses pada medsos,  film, video, game, dan hiburan musik yang kerapkali melupakan tujuan awal belajar dan membaca pelajaran. Lalu, bagaimana membentengi anak-anak dari kerasnya godaan dunia internet tanpa batas?

Pertama, Mengenalkan anak dengan warisan nilai-nilai budaya. Indonesia adalah negara muslim terbesar di dunia. Mestinya punya nilai-nilai religius yang kuat membentengi diri dari derasnya arus informasi luar yang masuk di ruang maya. Nilai-nilai lokal sebagai kearifan Islam tradisional seperti melakukan solat berjamaah lima waktu di masjid perlu dijaga bersama. Kumandang adzan 5 waktu perlu dikenalkan pada anak-anak dan remaja dan orang tua agar kembali meramaikan masjid sebagai pusat peradaban masyarakat. Jangan biarkan anak-anak menjadi budak nafsu dan menghalangi untuk ta'at kepada Allah SWT. Sadarkan bahwa dunia seperti harta, benda, hp, kesenangan adalah sarana untuk mendekatkan diri pada Sang Pencipta. Jika anak-anak sudah mendekat kepada Allah SWT, maka rahmat dan kasih sayang Maha Rahman akan menjaga dan melindungi anak-anak untuk tidak merusak dirinya dengan sia-sia.

Kedua, Mulailah mengamalkan nilai-nilai dari rumah yang dipegang teguh oleh keluarga. Anak perlu dilibatkan dalam dialog dan diskusi yang panjang dengan orang tua tentang nilai-nilai keluarga. Nilai memuliakan orang tua perlu dilatihkan pada anak setiap waktu. Nilai hormat dan bersikap sopan santun perlu dipraktikkan oleh orang tua dan anak. Relasi yang baik antara orang tua dan anak  menjadikan hubungan yang hangat. Anak tetap memegang teguh adat ketimuran yang bersikap dan berbicara sopan pada orang tua, tidak membantah orang tua, tidak mempermalukan keluarga, dan tidak melakukan hal-hal yang merusak nama baik keluarga. Orang tua juga terus belajar cara efektif mendidik anak sesuai zamannya. Orang tua perlu berempati dan kasih sayang pada buah hatinya.Rasa belas kasih akan tumbuh pada anak dengan mencontoh orang tua. Hal tersebut akan menjadi kendali bagi anak dalam bergaul di dunia maya untuk bersikap dan berkomunikasi dengan baik kepada orang lain.  Anak perlu belajar "akhlakul karimah" budi pekerti yang mulia.

Ketiga, Bacalah al-Qur'an setiap hari. Butiran permata kebenaran dan keadilan terdapat nilai-nilai al-Qur'an. Anak-anak dan orang tua perlu membaca setiap hari agar memperoleh petunjuk dan cahaya dalam kebahagiaan lahir dan batin. luangkan waktu membaca setiap hari paling sedikit satu jam untuk membaca dan belajar al-Qur'an dan terjemahnya.

Ketiga, Waktu anak-anak dan remaja adalah belajar. Berikan kesempatan dan fasilitas serta sarana yang mendukung anak belajar. Hindari segala yang mengganggu anak dari gangguan malas. Ciptakan lingkungan kondusif dirumah. Mereka mencontoh untuk memanfaatkan waktu belajar, membaca buku dan belajar dari berbagai sumber dan pengalaman hidup. Memberikan kesenangan tanpa batas justru akan menjerumuskan anak pada penggunaan waktu luang yang sia-sia. Buatlah dan bangun mimpi dan cita-cita setinggi langit untuk bermanfaat bagi kemaslahatan dunia. Agar anak-anak punya motivasi yang tinggi mengubah dunia dalam kebaikan. Anak-anak yang punya mimpi besar dan cita-cita akan bergerak mewujudkan langkahnya dalam kebaikan.

Keempat, Doakan anak sepanjang waktu dalam kebaikan. Minta kepada Allah SWT agar anak-anak mendapatkan penjagaan yang terbaik dalam lindunganNYA. Semoga Anak-anak mendapat hidayah  cahaya ilmu yang mampu menerangi hidup dengan banyak kebaikan. Aamiin YRA.


Wallahu a'lam bis sawab

Najlatun Naqiyah 


Wednesday, July 27, 2016

Meraih Bahagia di Dunia dan Akhirat

Bahagia adalah impian setiap orang. Persoalannya apakah perempuan sudah bahagia? Ukuran bahagia menurut diri sendiri tentu berbeda dengan ekspektasi bahagia menurut orang lain. Hidup kaya dan terpenuhi kebutuhan belum jaminan seseorang memperoleh bahagia. Orang miskin juga berbahagia. Rasa bahagia ada di hati manusia. Menggali rasa bahagia adalah hidup yang selamat di dunia dan akhirat. Hidup yang sederhana dan tanpa beban. Bagaimana caranya agar bisa menjadi diri sendiri?

Perempuan Perlu Mencintai diri sendiri

Perempuan, cintai dirimu sendiri. Peran perempuan sebagai anak, istri, ibu dan anggota masyarakat sering membuat perempuan melupakan keselamatan dirinya. Terlebih, perempuan yang telah berumah tangga dan bekerja. Beban kerja yang ganda membuat kecapaian dan mengalami tekanan. Bagaimana agar perempuan berbahagia?

Thursday, June 23, 2016

Mengembangkan karakter sabar, teliti, dan tepat waktu melalui latihan konveksi

Hasil pelatihan konveksi oleh santri dapat melatih tiga karakter, yaitu sabar, teliti dan tepat waktu. Ketiga hal tersebut mampu dipelajari dari latihan cara membuat baju jubah sendiri. Mereka belajar mengukur, membuat pola, menggunting dan menjahit baju. Serangkaian keterampilan tersebut membutuhkan kesabaran, ketelitian dan ketepatan waktu.
Penutupan latihan konveksi, 23 Juni 2016

Tuesday, June 21, 2016

Melatih Jiwa Usaha Santri dan Alumni Pondok KH. Aminuddin

Pelatihan konveksi di pondok pesantren KH. Aminuddin berlangsung dengan menarik. Hadir pada pembukaan Kepala bidang perindustrian dan perdagangan Kab. Probolinggo, Ibu Andjar SH. MHum membuka acara pelatihan konveksi pada hari selasa, 21 Juni  2016 jam 11.00 siang di pondok pesantren KH. Aminuddin. Bu Andjar ditemani oleh Bapak Budiono dan 4 orang dari disperindag. Al-hamdulilillah, acara lancar dan semangat peserta nampak memancar dari senyum mereka.

Para peserta pelatihan konveksi saat pembukaan di ponpes Kh. Aminuddin Rangkang Kraksaan Probolinggo

Friday, June 10, 2016

Do'a Nabi Muhammad SAW yang diamalkan sehari-hari sebagai motivasi diri

Santri putri Ifa dan Dian Mutiara
Tradisi bulan Ramadlan di pondok pesantren KH. Aminuddin Rangkang-Kraksaan Probolinggo adalah pengajian kitab kuning. Para santri dengan tekun menjalani puasa di pondok untuk mengaji kitab dan tadarus Al-Qur'an. Seperti  tradisi dari tahun ke tahun, bulan ramadlan kali ini bersama santri mengkhatamkan kitab Jawahirul Bukhori, pada bab akhir kitab berisikan do'a-do'a harian yang diamalkan oleh Nabi Muhammad SAW. Apa saja do'a yang dibaca oleh Nabi Muhammad SAW? Apa implikasi do'a bagi individu?


Saturday, May 28, 2016

Peran Bimbingan dan Konseling dalam Pendidikan Karakter Menyongsong Generasi Emas Indonesia


Seminar nasional oleh jurusan bimbingan dan konseling 2016 berlangsung sukses. Seminar nasional hari sabtu, 28 Mei 2016 dihadiri oleh alumni Unesa yang telah menjadi guru BK, dosen dan mahasiswa. Hadir pada acara seminar Bapak Dr. H. Santosa Hs. M.Pd. sebagai pengawas pendidikan Propinsi Jawa Timur. Para nara sumber yaitu Bapak Dr. Triyono, Dr. Hartono, Ibu Esty Rokhyani, M.Pd, dan Dr. Budi Purwoko. Acara dibuka oleh Prof. Mustaji wakil Dekan 1. Ketua panitia seminar adalah Bapak Dr. Tamsil muis.

Pemberian cindera mata kepada para nara sumber 

Wednesday, May 25, 2016

Konseling Adiksi

Kuliah tamu yang diselenggarakan oleh jurusan Bimbingan dan Konseling hari ini, Rabu, 25 Mei 2016 menghadirkan AKBP Suparti, ketua BNN Kota Surabaya.
Tema yang diangkat adalah menyongsong generasi emas bebas narkoba. Acara ini dihadiri oleh 400 peserta terdiri dari mahasiswa BK, angkatan 2011, 2012, 2013, 2014, dan 2015. Hadir pula mahasiswa PPG SM3T angkatan 2016, serta dosen BK. Penulis menjadi moderator. Penulis bersyukur bisa belajar tentang konseling adiksi yang telah dilakukan oleh BNN kota Surabaya dari kuliah yang disampaikan oleh Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) ibu Suparti. Apa pengertian adiksi? Bagaimana ciri-ciri orang adiksi? Bagaimana penanganan keluarga jika anaknya mengalami adiksi yang parah? Apa bentuk konseling untuk anak adiksi?

Ketua BNN Kota Surabaya, AKBP Suparti dan Ketua Jurusan Bimbingan dan Konseling, Dr.Budi Purwoko saat pembukaan kuliah tamu.

Sunday, May 22, 2016

Ajang Kreativitas Santri KH. Aminuddin, Rangkang Kraksaan Probolinggo

Pembukaan lomba pidato dilaksanakan pada hari ahad, 23/05/2016 di pondok KH. Aminuddin. Lomba pidato bertujuan untuk memberikan pengalaman belajar berpidato dan mengalami sukses secara langsung. Pengalaman tersebut akan menjadi modal untuk mengembangkan rasa percaya diri santri dalam berperan mensyiarkan ajaran Islam ke tengah-tengah masyarakat. Bagaimana aksi para santri dalam lomba pidato bhs Indonesia dan bhs Inggris?

Peserta lomba pidato bhs Indonesia dan bhs Inggris bersama dewan juri.


Lomba pidato di Pondok Pesantren KH. Aminuddin, Rangkang Kraksaan Probolinggo

Pidato menarik penampilan dari santri KH.Aminudin
Rofiatus salma menerangkang tentang muslimah wajib menuntut ilmu

Friday, May 20, 2016

Ngaji bersama Ustadz Maulana menemukan Kesadaran Berbasis Kearifan Lokal

Persembahan pemerintah kabupaten Probolinggo menyelenggarakan pengajian bersama ustadz Maulana, pada hari sabtu 21 Mei 2016 di Islamic centre. Undangan ngaji bersama Ustadz Maulana dengan tema "Pendidikan agama dalam keluarga sakinah mawaddah warahmah". Membaca undangan tersebut, saya senang karena saya dapat menyaksikan langsung ceramah Ustadz Maulana, yang biasanya disiarkan di trans tv. Saya terpikir, saya akan melihat, menyaksikan, dan belajar seni pidato yang humoris dari Ustadz Maulana. Sebagai seorang guru, saya ingin meniru seni penyampaian ceramah yang lucu, santai, dan penuh makna. Sebagai seorang konselor, saya tertarik dengan teknik ceramah yang membangun kesadaran jamaah dengan doa dan dzikir. Rasa ingin tahu tersebut yang mendorong kuat bagi saya untuk meluangkan waktu menghadiri ngaji bersama Ustadz Maulana.

Undangan Ngaji 

Thursday, May 19, 2016

Kelas sebagai kesempatan belajar mengalami keberhasilan

Anak-anak menghabiskan banyak waktu belajar di dalam kelas. Setiap hari anak sibuk beraktifitas di kelas. Kelas sebagai lingkungan sosial. Anak berinteraksi dengan teman dan guru. Tidak hanya sebagai lingkungan sosial saja,  fungsi kelas sebagai kesempatan belajar bagi anak mengalami langsung keberhasilan memecahkan masalah. Bagaimana menjadikan kelas yang mendorong anak bisa belajar mengalami langsung keberhasilan di bidang akademik?

Anak rumah tahfidz namira school merasakan keberhasilan menghapal "juz amma" dengan tampil menghapal bersama di depan orang tua dan guru serta tokoh masyarakat


Sunday, May 15, 2016

Bedah buku "Bhakti Unesa untuk Pendidikan"

Rangkaian acara hari pendidikan yang digelar oleh Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Surabaya hari ini Ahad, 15 Mei 2016 terasa khusus. Hal ini karena ada acara bedah buku karya para dosen FIP Unesa.

Para penulis buku Bakti Unesa untuk Pendidikan 2016

Thursday, May 12, 2016

Persekolahan yang memberi ruang dan waktu untuk mencipta

Sistem persekolahan hari ini memproduksi murid-murid yang mengetahui banyak informasi, tetapi belum banyak murid yang mampu mencipta karya. Sekolah perlu memberi ruang dan waktu bagi murid berekspresi. Mencipta ide, gagasan dan teknologi. Kesimpulan yang penulis dapat dari pemaparan Daniel Ruslan Ghani.

Diskusi terfokus kajian teknologi peradaban leluhur di ITS, 11/05/2016.


Wednesday, May 11, 2016

Kapan akan terwujud sistem pelayanan yang memanusiakan?

Hari ini tanggal 11 Mei 2016 saya mengurus perpanjangan paspor. Paspor guna ke luar negeri mengikuti seminar internasional. Dengan semangat, saya melangkah menuju kantor imigrasi. Pengalaman unik karena sopir taksi juga tidak mengetahui lokasi. Akhirnya bertanya dan bertanya serta berputar-putar cari lokasi. Lokasi kantor sudah ketemu, dan saya turun dari kendaraan. Saya terperanjat membaca banner, bahwa pelayanan dipindah sejak tanggal 09-Mei-2016. Akhirnya, saya naik taksi lagi dan mencari tempat yang baru. Dan al-hamdulillah, ketemu dengan mudah karena sudah tahu sebelumnya.

Setelah tiba, saya berdiri menunggu antrian cukup lama. Dari jam 06.00 sampai jam 07.30 baru pelayanan akan dibuka. Saya lihat orang antri sudah puluhan berdiri rapi. Menjelang jam 07.00 sudah ratusan orang antri. Luar biasa, kesabaran orang-orang ini. Batin saya mengagumi. Tiba-tiba ada petugas yang berdiri dan menyapa ibu-ibu. Petugas itu berdialog tentang perkembangan layanan sekarang, pengurusan paspor lebih cepat menjadi 7 hari.
Ada ibu-ibu yang protes kepada petugas, "pak, biasanya kalau antri dikasih tempat duduk?", ujarnya. Petugas menjawab, "ini kondisi darurat karena kantor direnovasi, sehingga menyewa tempat ini". Ibu itu lalu mengangguk dan diam berusaha mengerti dan memahami.

Ada banyak orang mengeluh, menggerutu, kesal dengan model antrian berdiri lama ini. Termasuk saya yang menyesalkan pelayanan yang  kurang manusiawi. Membiarkan orang berdiri lama, ada anak-anak, perempuan dan orang lanjut usia. Mereka yang usia 59 keatas mengalami sakit kaki jika berdiri terlalu lama. Untuk mengatasi keluhan, saya mulai menulis blog untuk menunggu dibukanya pintu pelayanan.

Saya merenung, mestinya dijaman modern sudah waktunya berbenah, hidup sudah zaman digital, mestinya saya bisa menggunakan media internet mengatasi antrian. Demikian juga, para petugas merenungkan, apakah bisa memberi pelayanan yang cepat, mudah dan nyaman serta murah? Kalau bisa, bagaimana menata, mengelola dengan memanusiakan manusia?


Tuesday, May 10, 2016

Memotivasi Anak dengan Pendekatan Psikologis dan Religius

Memotivasi anak bisa dilakukan dengan pendekatan religius. Motivasi religius adalah dorongan untuk melakukan sesuatu berdasarkan tujuan agama. Tujuan yang disandarkan pada Allah SWT bisa menjadi spirit yang kuat. Contoh, ketika anak akan mengikuti lomba, maka orang tua dan guru perlu mengingatkan anak untuk niat, tampil terbaik mencari kerelaan Allah SWT. Hal ini berguna bagi anak. Ketika anak kalah dalam lomba, maka akan tetap bertahan, apabila anak meraih juara, maka ia tidak sombong.


Saturday, April 30, 2016

Bupati Resmikan SD Namira


Cetak
Reporter : Syamsul AKbar
Sabtu, 23 April 2016
KRAKSAAN - Bupati Probolinggo Hj. P. Tantriana Sari, SE menghadiri wisuda murid TK Namira School sekaligus meresmikan SD Namira School, Sabtu (23/4/2016). Peresmian ini ditandai dengan pengguntingan pita sekaligus penandatangan piagam peresmian.

Friday, April 22, 2016

Kuatkan Hati dan Fokuskan Pikiran Meraih Cahaya Ilmu

Kerahkan usaha melawan rasa malas. Bangun malam dan berusahalah bangkit dari tidur. Kerjakan solat malam dan teruslah belajar dan belajar. Hilangkan rasa takut dengan tawakal. Sandarkan jiwa pada Nur Ilahi. Rasakan, bahagia akan datang.


Inovasi Konselor Menggunakan Media Bimbingan dan Konseling

Tugas konselor melaksanakan layanan bimbingan dan konseling sesuai kebutuhan siswa. Hari ini, sebagian besar siswa menggunakan teknologi. Untuk itu, konselor perlu menjawab kebutuhan siswa dengan menguasai teknologi dan menggunakan teknologi sebagai media.


Thursday, April 21, 2016

Hari Kartini Simbol Emansipasi Perempuan.

Kartini sebagai tokoh emansipasi perempuan perlu dimaknai dalam bingkai kekinian. Bagaimana perjuangan para perempuan mendobrak budaya patriarkhi di era digital?