Saturday, November 11, 2017

Standar Kompetensi Siswa PAUD, SD, SMP dan SMA

Perkembangan siswa membutuhkan perhatian dari orang tua. Orang tua berperan melakukan identifikasi perkembangan anak. Orang tua yang lebih banyak tinggal dengan anak akan mengetahui kemampuan yang telah dicapai oleh anak. Orang tua mengetahui hal yang belum tercapai dan menolong anak agar mampu melatihnya agar mencapai tugas perkembangan. Apa saja tugas perkembangan anak?


Thursday, October 26, 2017

Kekuatan kata~kata dan Keterbatasannya melalui penggunaan teknologi.

Kata adalah kekuatan. Kata menguatkan dan menyakitkan orang lain. Kata~kata yang keluar tidak bisa ditarik kembali. Kata bagaikan busur yang melesat dari anak panah. Kata membuat orang terpana dan terpaku. Kata membuat orang selamat dan  termakan oleh kata~katanya sendiri. Jika kau berkata yang lembut dan baik, maka lihat akibat yang timbul dari perkataan. Kata yang muncul cermin pikiran dan perasaan. Hakikat dari budi pekerti. Kata dan kalimat melegakan juga menyesakkan. Mendengar kata~kata dari orang lain juga memainkan emosi. Macam emosi dari senang, sedih, susah, marah, menderita.

Bagaimana pengaruh kata pada emosi? Tanyakanlah pada anak yang dimarahi oleh orang tua atau gurunya. Anak akan sedih, diam dan menangis. Tanyalah pada istri yang dikata~katai oleh suaminya atau sebaliknya. Pasangan akan sedih, susah, marah, menangis, dan benci. Sebaliknya kata yang indah berisi pujian, pengertian, penerimaan tulus, menimbulkan emosi senang, gembira, ceria dan bahagoa. Kata bisa membahagiakan.

 Kata bagai senjata mematikan lawan.
mulut manusia mempermainkan emosi. Betapa banyak pertengkaran yang diiringi dengan nada tinggi mencerai beraikan kasih dan sayang?
Berhati~hatilah jika berkata. Berkatalah yang baik atau jika tidak maka diamlah. Karena itu lebih baik.

Kata bijaksana memberi ketenangan. Mampu menenangkan. Kata yang menyakitkan memicu kebencian, kesedihan dan permusuhan.
Kata~kata yang keluar dari mulut akan terasa bagi orang lain. Rasa manis atau pahit. Kata kata bisa melemahkan dan menguatkan. Dengan kata, mampu memahami dan mengerti banyak hal.
Kata yang diproduksi dg menggunakan teknologi cenderung lepas dari kondisi dan konteks lingkungan.

Emosi laksana sirkuit. Seorang sering jungkir balik perasaannya apabila berkomunikasi.  Menerima kata kata dari seseorang dg menggunakan hand phone, tulisan di whatsap. Teknologi tidak memiliki empati pada kondisi seseorang. Seringkali interaksi dg media teknologi menimbulkan persepsi berbeda.

Empati adalah merasakan apa yang dirasakan oleh orang lain. Media hand phone tidak memiliki rasa. Bicara dg seseorang melalui hand phone tidak ada rasa empati. Seorang yang diajak berbicara jarak jauh tidak terlihat kondisi yang dialami.

Interaksi langsung tidak cukup melalui handphone. Perlu interaksi langsung dan bertemu dalam silaturrahmi untuk menghadirkan kata yang memahami kondisi orang lain. Teknologi hanya membantu sebagai sarana berjumpa lewat kata dan tulisan juga gambar. Tapi tidak bisa menggantikan kelekatan hubungan kasih sayang. Sadarilah ... seberapa banyak waktu berinteraksi dengan handphone setiap hari? Lebih banyak mana waktu menggunakan komputer yang berjejaring internet atau menemani pasangan dan anak anak melakukan kegiatan bersama? Kata tak cukup dg teknologi untuk menghadirkan empati dan kadih sayang. Dengarkan, lihat, tatap dan bangunlah kata~kata yang jujur apa adanya, tanpa menilai dan berprasangka. Maka kata akan jadi kekuatan produktif mengubah ke emosi positif.


Konferensi Internasional Konselor Sekolah

Konferensi IBKS (Ikatan Bimbingan & Konseling Sekolah) digelar pada tanggal 26-29 Oktober 2017 di Alana Convention Yogyakarta. Peserta hadir dari kalangan guru BK di Sekolah, Dosen di Perguruan tinggi dan konselor. Peserta dari perwakilan konselor sekolah dari negara Malaysia, Brunai Darussalam, Singapura, Thailand dan banyak lagi. Guru BK yang hadir dari berbagai daerah di nusantara. Mulai dari Papua, Kalimantan, Sulawesi, Jawa Timur, Jawa Barat, Jakarta, NTB, Bali dan sebagainya. Ratusan konselor sekolah antusias mengikuti konferensi internasional.
Peserta dari Jawa Timur, Bali dan Mataram bersama dg Nara sumber IBKS



Tuesday, September 12, 2017

Pendidikan Sebagai Kebutuhan Individu

Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana dalam menyiapkan suasana belajar dan proses pembelajaran yang mampu mengembangkan potensi individu secara optimal sehingga individu mampu bersyukur pada dirinya, menjadikan manusia beriman kepada Allah SWT, berakhlak mulia, dan beramal baik. Tujuan pendidikan adalah mengembangkan manusia yang beriman kepada Allah SWT dan taat menjalankan agama. Memiliki karakter yang terpuji, bertanggung jawab atas pilihannya serta mandiri dan sabar  & syukur atas karunia Allah SWT.

Orang yang pandai bersyukur akan memperoleh nikmat dan mampu menikmati hakikat manusia seutuhnya. Manusia akan ditinggikan derajat kemanusiannya apabila berusaha memperoleh ilmu pengetahuan. Ilmu pengetahuan yang luas akan menuntun individu untuk mengakui kebesaran Allah Yang Maha Besar. Inilah yang membedakan manusia dengan binatang, sehingga mengapa manusia perlu di didik?

Jika melihat dari proses kejadian manusia, mengalami fase pra natal, balita, anak~anak, remaja, dewasa dan lansia merupakan makhluk yang diciptakan oleh Allah SWT. Dengan kekuasaan Allah SWT manusia lahir secara sempurna dengan keadaan lemah dan tidak berdaya. Kemudian  Allah SWT memberdayakan manusia dengan kemampuan akal dan pikirannya berfungsi. Salah satu cara untuk memfungsikan manusia secara penuh dengan pendidikan. Pendidikan berlangsung seumur hidup. Individu belajar mengenal benda~ benda sederhana di rumah, mengenali lingkungan sekitar, dan masyarakat. Pendidikan dimulai sejak lahir untuk siap menjalani hidup yang sebenarnya.

Bagaimana pendidikan dalam keluarga? Keluarga berperan dalam pendidikan anak. Ibu dan Ayah adalah pendidik utama bagi anak. Bahkan Ibu merupakan sekolah pertama bagi anak. Anak memperoleh kasih sayang dari Ibu sejak dalam kandungan 9 bulan, disusui selama 2 tahun dan diasuh sampai dewasa oleh ibu dengan belas kasih. Anak akan berinteraksi dan mencontoh perilaku ibu dirumah.

Dukungan keluarga dalam menanamkan dasar dan keyakinan anak dalam menghadapi hidup dimasyarakat sangat dipengaruhi oleh kehidupan keluarga. Dalam keluarga besar yang terdiri dari kakek nenek serta paman dan bibi juga memberi pengaruh di pendidikan keluarga. Para ibu yang bekerja di luar rumah, dan anak anak banyak diasuh oleh kakek dan neneknya atau keluarga besar yang lain akan menjadi orang penting yang akan membentuk cara pandang dan nilai~nilai anak.

Pendidikan anak kepada orang tua perlu hormat dan bersyukur pada orang tua. Orang tua yang telah memberi kasih sayang dan memperjuangkan hidup anak dengan sungguh~sungguh. Bahkan nilai~nilai ketaatan anak dalam berkomunikasi dengan orang tua dilarang mengatakan "uh" . Anak perlu menghormati dan bersikap memuliakan orang tua.

Apabila anak sudah remaja dan dewasa maka anak menjadi sahabat baik bagi orang tua. Apalagi orang tua semakin lanjut usia memerlukan perawatan dan perhatian dari anak~anaknya. Anak~anak yang terdidik akan pandai bersyukur pada Allah SWT dan kedua orang tuanya. Karena pada akhirnya manusia akan kembali pada Allah SWT.

Wallahua'lam bis sawab


Tuesday, August 29, 2017

Menunda kepuasan untuk kebutuhan yang lebih besar

Dalam psikologi psikoanalisa Frued, konselingnya adalah bagaimana menyadari dan berusaha menganalisis peristiwa di bawah sadar. Salah satu konsep "penundaan".  Menunda kepuasan untuk kebutuhan yang lebih besar. Bagaimana cara agar individu menyadari?

Thursday, August 03, 2017

Karunia Ilahi Pagi Hari

PAGI cerah. Sementara sinar matahari menerangkan bumi. Allah SWT menyediakan tanah subur di bumi pertiwi. Binatang ternak berjemur dipagi hari. Menikmati rumput di sawah. Tampak indah nikmat Tuhan untuk manusia. Persoalannya seberapa orang yang mampu menghayati kehidupan untuk menyembah Allah SWT? Seberapa banyak orang mampu mensyukuri anugrah hidup untuk berbuat baik?

Tuesday, August 01, 2017

Memahami Nilai Pekerjaan "Mbok Bakul"

Nilai spiritual individu beragam. Nilai bekerja sebagai ibadah. Seorang bekerja dengan niat berjuang. Berjuang memenuhi kebutuhan keluarga. Memberikan infak pada anak dan keluarga adalah ibadah.
Komunitas "mbok bakul" adalah ibadah. Dengan bekerja dapat menafkahkan hasil untuk keluarga. Memelihara diri dari meminta~minta. Bahwa tangan diatas lebih baik dari tangan dibawah.