Saturday, April 01, 2017

Ujian Pra Tashih Qira'ati Tingkat Kabupaten

Sabtu, 1 April 2017.

Siang hari, Sabtu, 1 April 2017

diselenggarakan tes pra tashih metode Qira'ati tingkat kabupaten. Al~hamdulillah, saya punya kesempatan mendampingi anak yang akan ikut ujian. Terima kasih kepada Allah SWT atas anugrah yang membahagiakan ini.

Amah dan Ning Nazrin, Indi dan Lodi
Mendampingi anak yang sedang tes  kebahagiaan bagi penulis. Penulis bisa berempati langsung. Melihat rasa tegang, gemetar, tangan dan kaki dingin saat anak akan ikut tes. Rasa cemas yang dialami oleh peserta ujian adalah hal wajar. Kehadiran orang tua saat anak mau ujian adalah upaya memotivasi diri anak yang akan menunjukkan unjuk kerja maksimal.

Anak mengalami rasa tegang  takut dalam tes lisan. Anak mengikuti tanya jawab dengan penguji. Lebih dari 4 jam mengikuti serangkaian tes yang terdiri dari 8 bagian tes. 

Alhamdulillah, tes berakhir senang. Anak merasakan plong setelah ikut tes."Amah, aku lapar" kata anakku dengan polos setelah selesai tes. Hehe... silahkan makan nasi bungkusnya. 

Terima kasih para guru dan teman~teman yang mendukung lingkungan belajar agama Islam di pondok.


Penyesuaian diri dengan meningkatkan rasa berhasil di bidang karier

Karier adalah proses aktualisasi diri sepanjang hidup. orang beraktualisasi dan bekerja untuk kesejahteraan dirinya. persoalan yang muncul adalah bagaimana mempertahankan karier yang dimiliki dan terus mengembangkan diri sesuai harapan, tidaklah mudah seperti membalikkan telapak tangan. Kepercayaan diri dalam meraih keberhasilan karier membuat seseorang menjadi lebih mampu menghadapi tekanan dan menghadapi kesulitan. Pekerjaan melalui proses adaptasi dengan lingkungan kerja.

Lingkungan yang menuntut perubahan setiap waktu. Perubahan  memerlukan orang untuk terus belajar mengenai hal hal baru yang menjadi tuntutan pekerjaan. Kterampilan bahasa Inggris menjadi relevan ditengah jaman internet dan kemajuan teknologi informasi. Orang yang konservatif akan merasa sulit berubah. Sementara tuntutan dunia kerja mendorong pekerja makin terampil dalam menguasai perubahan dan kemjun teknologi. Orang yang tidak memiliki kecakapan komputer akan  canggung apabila melakukan pekerjaan dengan gadget yang terkoneksi internet. Orang yang tetap mempertahankan cara tradisional maka makin tertinggal. Efisiensi dan praktis serta cepat menjadi kata kunci dalam penggunaaan teknologi informasi. Orang yang tidak mengikuti perkembangan, sulit beradaptasi dengan kemajuan. surat tidak lagi menggunakan kertas, sudah menggunakan email elektronik dan whatshap. Interaksi tidak lagi bertatap muka langsung, berganti koordinasi  melalui elektronik yang berjejaring internet.

Kesanggupan orang beradaptasi dengan perubahan baru menentukan kerja efektif dalam menyelesaikan tugas-tugas.
Rasa keberhasilan bersumber dari pengalaman berhasil. Pengalaman berhasil diperoleh dari belajar langsung. Belajar adalah upaya seluruh panca indera untuk memperoleh pengetahuan dan keterampilan kerja. Belajar adalah perubahan tingkah laku baru yang bisa diamati secara langsung. Belajar bisa membaca informasi pengetahuan selanjutnya berlatih. Latihan akan mempercepat penguasaan keterampilan tersebut. misalnya seseorang yang mempelajari internet,  dengan bimbingan ahli. Praktek langsung mempelajari aplikasi dengan bimbingan ahli.

Penyesuaian karier
Adabtasi adalah selalu berusaha menyesuaikan dengan irama kerja yang ada dalam tim. Adabtasi yang berhasil mendorong orang bisa diterima dalam kelompok. Orang tidak mampu beradaptasi dengan perubahan kerja yang kian cepat dan menggunakan komunikasi melalui media internet membuat orang menjadi gagap, stres, dan cemas dengan kecepatan komunikasi dalam internet. Orang yang mau mengadaptasi perubahan dan menggunakan teknologi informsi untuk menyelesaikan tugas akan mampu diterima dan terus dibutuhkan.

Dunia kerja perlu menyelesaikan banyak urusan dibidangnya dengan menggunakan jasa internet. Orang yang terampil berkomunikasi dan menguasai teknologi informasi mendorong orang makin dibutuhkan di dunia kantor. Perkantoran sudah bergeser fungsinya dalam internet. Komunikasi dan koordinasi melalui media internet mendorong orang untuk belajar aplikasi internet agar mampu memperoleh informasi, mengemukakan ide dengan cepat dan berhasil mempengaruhi tim untuk bekerjasama menghendel tugas-tugas.

Keyakinan bahwa individu mampu beradaptasi dengan perubahan baru memunculkan rasa mampu dan percaya diri. Misalnya, bagi pelamar kerja yang menguasai internet, akan mudah beradaptasi ketika harus melamar pekerjaaan dan mengirimkan aplikasi lamaran melalui internet. Mereka akan gigih untuk memenuhi persyaratan dan mengisi aplikasi melalui surat elektronik. Ia banyak belajar mrncari informasi melalui berbagai cara dengan terus mengakses pengetabuan baru agar aplikasi lamaran kerja mereka diterima. Rasa ingin tahu  diperoleh dari rasa yakin bahwa dia mampu menjalankan tugas-tugas perusahaan dan mengirimkan hasil pekerjaan melalui internet. Sebaliknya, orang yang tidak memiliki rasa berhasil, menjadi kurang antusias dalam memasukkan lamaran kerja. Apalagi keterampilan teknologi informasi yang berjejaring internet tidak dimiliki. Ia tidak tahan dengan pekerjaan yang berbasis komputer yag berkoneksi denga  internet.

Kemampuan adabtasi dibangun oleh rasa berhasil yang tinggi.


Wallua'lam bis sawab

Friday, March 31, 2017

Kesadaran untuk Mengurangi Resiko Bencana

Setiap individu perlu memiliki kesadaran diri. Sadar akan munculnya bencana alam, seperti longsor, banjir, gempa dan angin kencang. Terlebih individu yang berada di daerah potensi gempa memerlukan ketangguhan untuk bisa menghindar dari resiko bencana.

Bagaimana mengenali potensi bencana di lingkungan sekitar? Individu yang perduli akan mengenali perubahan yang terjadi disekitar. Terlebih perubahan yang ekstrim. Misalnya saja, curah hujan yang tinggi disertai angin kencang yang terus menerus akan membawa dampak bagi lingkungan. Misalnya banjir bandang yang mengakibatkan longsor pada pemukiman didaerah bantaran sungai. Gejala tersebut bisa dikenali apabila individu mempelajari perubahan disekitar.

Ciri~ciri daerah yang potensi longsor juga tidak terjadi secara tiba~tiba. Ada perubahan yang nampak terjadi jika tanah akan longsor. Misalnya mengenali keretakan bangunan, tan1ah miring, pohon juga miring, dan tanah menurun. Jika gejala tersebut terjadi, individu mewaspadai kemungkinan potensi longsor, apabila di daerah bantaran sungai.

Mengapa individu perlu mengenali resiko yang terjadi? Dengan menghitung dampak resiko yang akan terjadi, maka individu akan berusaha mencari jalan keluar agar bisa menghindar. Mengenali potensi bencana, maka kesiapan diri untuk menghindar saat bencana terjadi. individu berusaha selamat dan menyelamatkan individu lainnya.

Persoalan yang sering muncul di masyarakat adalah mereka sulit untuk berpindah tempat. Misalnya, masyarakat yang tinggal di bantaran sungai, setelah bertahun~tahun menempati rumah kemudian ada informasi banjir bandang, tidak mau pindah dari rumah mereka. Akhirnya potensi terkena longsor atau hanyut oleh air terjadi. Persoalan lain adalah penggundulan hutan yang terjadi membuat resiko banjir terjadi semakin sering seiring hilangnya resapan air, sehingga air mengalir membawa tanah, batu, ternak, dan pohon dan bangunan hanyut.

Bagaimana mengatasi bencana? Setiap individu punya cara mengatasi kesulitan. Individu memiliki ketangguhan melawan rasa sakit dan menderita. Namun persoalannya adalah bagaimana mengembangkan rasa yakin bahwa individu bisa melewati masa krisis saat bencana terjadi? Nilai~nilai kearifan lokal dari individu perlu digali. Cara~cara individu menghayati nilai religiusitas dan spiritualitas untuk berkomunikasi dg Tuhan akan mampu meningkatkan usaha. Konseling pasca bencana menjadi alternatif untuk meningkatkan kreativitas individu mengenali sumber bencana, tempat yang terdampak, resiko dan solusi yang akan dilakukan untuk recovery.

Selain individu yang tangguh juga perlu menyediakan infrastruktur yang kuat dan kokoh. Melatih individu untuk tangguh bencana dan dilengkapi dengan infrastruktur bangunan yang tahan bencana akan menjadi kebutuhan bersama. Upaya untuk integrasi dengan seluruh elemen akademisi, pemerintah dan komunitas akan mempercepat upaya kesadaran untuk mengurangi resiko bencana. Semoga...

Wallahua'lam bis sawab

Saturday, February 04, 2017

Bahagia Mendampingi Anak Belajar


5 Pebruari 2017, Ahad di Paiton.



Hati bergetar melihat anak kecilku belajar membaca Al-Qur’an bersama puluhan anak-anak teman pondoknya. Pagi itu, Ahad 5 Pebruari 2017, saya berangkat bersama anak-anak ke tempat pendidikan sekolah menengah. Tiba di Sekolah, anak-anak mulai persiapan tes dengan guru. Mulai dari sarapan bersama kemudian berkumpul di Musolah untuk mendengar arahan Ustadz. Setelah memperoleh aragan dan kartu tes, mulailah anak-anak masuk kelas menemui para guru yang sudah siap memberikan pertanyaan berkaitan dengan Al-Qur’an.


Al-Qur’an cahaya hidup
Hal yang membuat saya bahagia adalah melihat anak-anak bersungguh-sungguh menjawab pertanyaan guru yang berkaitan dengan hafalan surat-surat Al-Qur’an, praktek wudlu’ dan solat.

Saya salah satu orang tua yang hadir saat berlangsungnya tes anakku. Saya lihat proses untuk menggali kemampuan dan keterampilan anak untuk belajar ibadah solat dan membaca Al-Qur’an. Hati saya bergetar mendengar bacaan Al-Qur’an. Al-hamdulillah, semoga cahaya Al-Qur’an menuntun hidup anak-anakku di dunia dan akhirat.

Sebagai orang tua, saya bangga dengan kemampuan yang telah dicapai anakku yang berumur 10 tahun sudah mengikuti pratas di sekolah. Saya bersyukur kepada Allah SWT anakku tumbuh di lingkungan pondok pesantren dan sekolah yang mengutamakan ibadah Islam, khususnya Al Qur’an.
Serangkaian tes telah menunjukkan kemampuan dan keterampilan yang telah dicapainya. Ada 8 tes yang diikuti antara lain, fashohah, tartil, ghorib, tajwid, surat pendek, do’a harian, praktek wudhu’ dan praktek sholat.



Kegigihan menghapal dan praktek telah membuat anak semakin percaya diri. Semoga tes ini mendorong anak yakin bisa menghapal pelajaran Al-Qur’an dengan mudah. Membaca dan belajar Al-Qur’an dengan senang serta mengerjakan solat dengan khusu’. Tidak ada yang lebih membahagiakanku kecuali anak bertakwa kepada Allah SWT, mendirikan solat, berdzikir kepada Allah SWT, mengamalkan Al-Qur'an dan beramal sholeh. Aamiin....

Kebahagiaan setelah selesai melaksanakan pratas, “Al hamdulillah”. Semoga berhasil dalam hidup mencari kerelaan Allah SWT.


Selamat belajar Al-Qur'an dengan senang anakku .....

Wallahua'lam bis sawab.




Wednesday, January 18, 2017

Selamat Datang Peneliti ...

Delegasi 17 Perguruan Tinggi mengikuti rakor EPI UNET
Rapat Koordinasi (Rakor) “Eastern Part of Indonesia University Network” (EPI UNET) dilaksanakan di Universitas Airlangga pada Rabu, 18 januari 2017 WIB di ruang Kahuripan 301 Lantai 3 Kampus C Universitas Airlangga, Jalan Dr. Ir. H. Soekarno (MERR) Mulyorejo – Surabaya. Acara diawali dengan pembukaan, sambutan ketua LPI, lembaga penelitian dan Inovasi oleh Prof. Drs. Hery Purnobasuki, Msi., Ph.D. Acara dibuka oleh sambutan rektor Unair Prof. Dr. Muhammad Nasih, S.E., M.T., Ak., CMA.CA.

Sambutan Rektor Unair, Prof Nasih menyatakan selamat datang para peneliti dari Perguruan Tinggi Indonesia Bagian Timur. Alhamdulillah, Jaringan EPI UNET semakin banyak. Hadir Prof Suwarji dari Unram, Pak Subhan dan teman-teman LPPM. Sumber Daya Alam yang kita punya sangat terbatas. Sementara negara terus defisit. Hal itu punya implikasi pada kampus. Untuk itu, optimalkan peran EPI UNET, karena kampus tidak cukup dari spp mahasiswa atau bantuan negara saja. Untuk itu perlu membuat jaringan menggalang aktivitas bersama.
Ruangan Rakor EPI UNET


Tujuan nasional adalah menjadi bangsa yang berdaya saing di dunia. Kerjasama di level Jawa Timur ada paguyuban Rektor dan lain sebagainya. Masing-masing keunggulan perguruan tinggi bisa saling belajar dan mensupport dalam penelitian. Ada 8 penelitian menjadi keunggulan pada Rakor EPI UNET 2017. Kita perlu belajar publikasi internasional. Pada tahun 2016, Brawijaya berhasil banyak publikasi internasional. Hal itu bisa dipelajari dari masing-masing keistimewaan kampus. Dalam rapat koordinasi ini diharapkan bisa kolaborasi dalam publikasi. Ada koordinasi pengembangan wilayah, sehingga tidak ada "serbuan" dari Perguruan Tinggi lain tanpa koordinasi dengan LPPM.

Sambutan koordinator EPI UNET oleh Prof Ketut, menjelaskan sejarah berdirinya  EPI UNET, diawali oleh hasil pertemuan di ITS pada tahun 2004 lalu. ITS menerima dana bantuan di bidang ICT. Ada 4 perguruan tinggi yang terlibat, yaitu ITS, Samaratulangi, Papua dengan dukungan JICA. Pada fase kedua, jaringan kerjasama bertambah menjadi 11 (sebelas) Perguruan Tinggi yang didanai oleh Bapenas.

Setelah berakhirnya program Jaika, penelitian harus berjalan. ada komitmen untuk terus melanjutkan pengembangan riset. pertemuan selanjutnya dihadiri oleh 23 Perguruan tinggi. Alhamdulillah, tetap berjalan dengan nama EPI UNET. ITS telah memiliki 25 judul riset, yang harus melibatkan dosen dari perguruan tinggi lain. Akhirnya jalan panjang dengan kolaborasi antar peneliti dari berbagai perguruan tinggi berhasil memuaskan.

Dari pertemuan tahun 2015 kami menyadari, ketika membuat cluster antara Sumber Daya Alam dan Sumber Daya Manusia tidak nyambung. Misalnya, kayu diolah oleh Surabaya, sementara bahan kayu diperoleh dari Kalimantan. akhirnya yang memperoleh keuntungan justru orang Surabaya, sedangkan penghasil bahan kayu hanya memperoleh nilai harga rendah. untuk itu, dengan kerjasama antar perguruan tinggi, akan menjadi riset industri yang bisa melatih industri kreatif bagi masyarakat lokal. Dengan kompetensi Perguruan Tinggi yang terus dikembangkan melalui  riset di Unair ini, semoga saling membantu para peneliti memperoleh fasilitas menyelesaikan risetnya.

Pada hari Rabu, 18 Januari 2017 menjadi sejarah berkumpulnya para peneliti dari berbagai Perguruan Tinggi Indonesia Bagian Timur. Ada 34 Universitas yang bergabung dalam EPI UNET. Hadir 17 Universitas yang tersebar dari berbagai pulau berkumpul di Unair Surabaya. Perguruan tinggi yang hadir antara lain Unair, Unesa, ITS, Brawijaya, UTM, Unud Bali, UNRAM Mataram, Tanjung pura, Sumatra, Kalimantan dan sebagainya. 17 Perguruan Tinggi yang mengikuti rakor di Unair dengan diwakili oleh Kepala LPPM dan 3 orang dosen masing-masing PT. Seluruh wadek di kampus Unair hadir untuk mengikuti pembukaan Rakor. Demikian juga, koordinator di ITS, ketua LPPM ITS hadir dan membawa seluruh ketua pusat studi/kapus. Mereka hadir untuk sharing dari cluster yang ada, ada 8 ruangan yang dipakai untuk diskusi, antara lain sosial humaiora, energi, pangan, bencana, ICT, lingkungan dan lain-lain.

Presentasi dari kepala Lembaga Penelitian dan Inovasi (LPI Unair) Universitas Airlangga oleh Prof. Drs. Hery Purnobasuki, M. Si., Ph. D. menyampaikan bahwa pertemuan ini diharapkan dapat melahirkan produk positif dari penelitian. Skema kespro dan dan skema hosting dari berbagai kampus. Anggota dari Unair menyiapkan riset di bidang kesehatan dan kedokteran. Unair dan ITS sebagai PTN- BH akan terus mengembangkan keunggulan dengan menggandeng perguruan tinggi lain, dimulai dari yang hadir di EPI UNET. Usaha tersebut melibatkan semua pusat penelitian di bidang teknik, energi, ICT, bencana, lingkungan dan banyak lagi.

Para peneliti berkomitmen bekerjasama diantara perguruan tinggi. Kerjasama saling membantu memberikan yang dimiliki untuk kebaikan bersama mencapai tujuan memajukan daya saing bangsa.  Motivasi untuk saling bekerjasama  menumbuhkan rasa solidaritas bersama. Solidaritas yang menyentuh kesadaran bersama. Kesadaran kolektif sebagai  warga berjuang memajukan daya saing bangsa yang bermartabat. 

Ada kegelisahan bersama, bahwa Indonesia makin rapuh ditengah hantaman pasar bebas. Warga Indonesia makin tersudut dalam persaingan global. Tingkat perekonomian secara makro tumbuh, namun warga miskin makin banyak. Budaya asing makin merajai dan merasuk ke anak-anak muda. Keanehan muncul disana sini akibat integrasinya budaya dunia tanpa batas. Budaya leluhur makin terpinggirkan berganti dengan budaya instant yang diperoleh dari internet melalui gambar, vidio dan publikasi media. Dunia sudah global, dan hidup selalu berubah setiap saat. Hal ini menuntut orang mampu beradaptasi dengan lingkungan yang terus berubah dan teguh menegakkan nilai-nilai agama, moral bangsa serta bersandar pada Allah SWT. 

Makin sulitnya keadaan hidup, memerlukan semangat bangkit dengan kesadaran bersama. Berkumpulnya para ketua peneliti diberbagai kampus memberikan harapan baru guna meningkatkan kerjasama. Kerjasama dapat mengumpulkan energi untuk  menghadapi kerasnya persaingan antar bangsa. Daya saing bangsa dapat diperoleh melalui bukti-bukti empiris. Kerja mengumpulkan bukti dan menemukan hal baru bisa dihasilkan melalui penelitian. Penelitian diharapkan dapat dimanfaatkan oleh industri, yang gilirannya sebagai komodi masyarakat. 

Bersaing dengan negara lain dibidang publikasi internasional tidaklah mudah. Publikasi yang bagus dihasilkan dari hasil penelitian. Harapan bertumpu pada kaum intelektual untuk memulai memikirkan  riset-riset unggulan dan mempublikasikan hasil risetnya ke jurnal akreditasi nasional dan internasional.

Dana riset ditanggung oleh Perguruan Tinggi masing-masing. Misalnya, sebagian dana melibatkan 2 peneliti dari jaringan peneliti EPI UNET. Tiga judul dipersiapkan oleh dana Perguruan Tinggi setiap tahun. Penelitian ini berguna dapat publikasi yang banyak. Manfaat kita rasakan bersama. Kata, Koordinator ITS. Misalnya, Apabila Kabupaten Bangli, meminta kerjasama dengan ITS, maka ITS akan melibatkan Unud Bali.
Pada tahun lalu kerjasama EPI UNET juga mengembangkan penjaminan mutu. Penjaminan mutu PT nanti akan dibahas di Unram, sedangkan isue Internasionalisasi akan didiskusikan di Patimura.

Semoga kolaborasi riset berhasil ....

Wallahua'lam bis sawab

Tuesday, January 17, 2017

Fenomena Karier Guru

Syukuran lulusan mahasiswa PPG BK angkatan 4 

Al hamdulillah, segala puja dan puji syukur kepada Allah SWT yang telah memberikan rahmat dan kasih sayang sehingga bisa menyelesaikan program Pendidikan Profesi Guru dengan lulus tepat waktu. Selamat dan sukses bagi guru SM3T yang telah lulus PPG.

Wajah senang dan ceria terpancar dari mereka. Perjalanan karier pendidikan telah mampu menyelesaikan dengan sempurna. Perjuangan menimba ilmu dikampus dan asrama serta magang di sekolah sudah dilaksanakan. Ujian sudah ditempuh dengan jalan yang penuh usaha belajar. Kini mereka punya gelar Gr yang akan disandang dalam titel mereka.

Penulis mengikuti acara syukuran dengan senang. Sebagai salah satu  instruktur mereka, penulis bersyukur menjadi bagian yang bisa memberikan workshop mendampingi pengembangan keilmuan dan keterampilan sebagai guru BK.
Penulis berharap semoga jalan mereka bersinar menempuh karier masa depan menjadi konselor profesional di sekolah.

Bagaimana karier mereka setelah lulus PPG? Ada beberapa peluang yang bisa dipikirkan untuk jenjang karier di bidang penempatan di sekolah. Bagi mereka yang punya akses ke pemda di daerah tempat tinggalnya bisa melamar ke sekolah sebagai tenaga guru BK. Persoalannya, kapan pendaftaran PNS dilaksanakan di pemda? Tidak mudah menembus persaingan PNS apabila tidak punya akses di daerah.

Peluang lain yang bisa dibaca adalah mendaftar ke sekolah swasta. Resikonya, gaji yang diterima bisa jadi tidak sesuai UMR. Tapi gaji sesuai dengan kemampuan sekolah tersebut. Sertifikasi pendidiknya belum bisa dibayarkan oleh pihak swasta.

Peluang penempatan kerja bisa juga dengan mengikuti program seleksi guru di tempat pedalaman. Program mengajar banyak ditawarkan dengan resiko jauh dari tempat tinggal bahkan di luar Jawa. Dengan mendaftar dan mengikuti tahapan seleksi akan memberi peluang untuk mengembangkan diri.

Setiap pilihan ada resiko masing-masing. Disinilah perlu melakukan proses penilaian informasi kognitif dengan mempertimbangkan aspek keluarga besar, kesehatan, gaji, kepuasan dan pengembangan diri dalam pilihan karier.

Semoga Allah SWT memberikan yang terbaik dari pilihan yang diambil. Pilihan karier berdasar pengetahuan dan informasi pekerjaan. Bersama Allah SWT kita jalani karier yang terbaik yang bisa kita capai secara rasional. Allah SWT Maha Mengetahui. Mari pelajari dan pikirkan yang terbaik untuk karier masa depan.

Selamat berjuang dan semoga berhasil ...

Wallahua'lam bis sawab


Saturday, December 03, 2016

Peringatan Muaulid Nabi Muhammad SAW di Pondok HATI untuk Memupuk Cinta ke Rosulullah



1500 tetangga pondok Hati bersolawat di masjid Bin Aminuddin

Peringatan maulid Nabi Muhammad SAW adalah peringatan memupuk rasa cinta kepada Nabi Muhammad SAW. Peringatan Nabi Muhammad SAW diperingati di ponpes Hati. 1500 undangan menghadiri acara sholawat Nabi pada Sabtu, 03 Desember 2016 jam 15.00.

Jamaah umroh 121 orang menghadiri peringatan maulid Nabi di masjid Bin Aminuddin Pondok Hati

Dalam sambutan Bapak Drs. H. Hasan Aminuddin mengucapkan terima kasih ke pengurus Nahdatul ulama' dan seluruh tetangga yang hadir.
Menurut Bapak H. Hasan, peringatan maulid Nabi di pondok Hati dilakukan awal bulan robiul awwal karena saya ingin istiqomah untuk memperingati solawat Nabi.

Sekarang, kita melihat banyaknya
pemimpin hari ini jauh dengan rakyatnya. Ummat hari ini jauh dari nabi Muhammad SAW. Semoga kegiatan pengajian maulid Nabi merekatkan kita dengan Nabi.

Sebagai jamiyah Nahdatul Ulama' melaksanakan kegiatan amar makruf nahi munkar, sering kali kita diam dengan masalah yang ada. Berbagai kasus yang kini ada, seperti  kasus penistaan agama telah membuat ummat Islam bergerak membela Al~Qur'an. Kemukjizatan Al~Qur'an telah menyatukan ummat Islam di Indonesia telah menggetarkan dunia. Allah SWT menyatukan ummat Islam untuk bersatu.

Kedua, pengurus Nahdatul ulama' perlu memperingati gerakan 12 robiul awwal untuk bersolawat. Gerakan memakmurkan masjid bersolawat Nabi. Hal ini untuk bersyukur kepada Allah SWT yang memberi nikmat kepada warga kabupaten Probolinggo. Ibukota Kraksaan telah terwujud dibawah pimpinan Ibu Bupati Tantri. Pembangunan terus berkelanjutan.

"Al hamdulillah, mohon do'a dan barokah semoga perjalanan umroh rombongan saya diberikan kemudahan dan selamat. Al~hamdulillah, Allah SWT memberi kebahagiaan bagi saya apabila saya bisa menjalankan haji dan umroh." Ujar Pak H. Hasan.

Mohon sumbangan fatihah.

Wassalamu'alaikum  Wr. Wb.