Sunday, August 05, 2018

Aksi Solidaritas Kemanusiaan Namira School


Namira School mencatat pengalaman keberhasilan pada aksi solidaritas kemanusiaan di aula Islamic Centre Kraksaan Probolinggo. Acara donasi solidaritas kemanusiaan oleh Direktris Namira School, Ibu dr. Hj. Mirrah Samia Mars. bekerjasama dengan Melly Goeslaw. Penyelenggaraan donasi untuk Palestina dibidang kesehatan dan pendidikan.




Monday, July 30, 2018

Isue upah pekerja perempuan

Subuh ku lihat perempuan sudah sibuk dengan urusan bisnis mereka. Perempuan buruh datang ke tempat kerja dengan transportasi umum. Layaknya orang kebanyakan, perempuan sulit mengakses kendaran yang layak. Pilihan mereka hanya transportasi publik yang disediakan. Terkadang, len yang mestinya berisi 8 orang, tetapi diisi 15 orang. Mereka tidak protes. Mereka tidak punya pilihan. Upah yang dihasilkan tidak cukup membayar kebutuhan hidup yang layak.


Wednesday, July 25, 2018

Perkembangan Anak

Era milinial menempatkan teknologi sebagai keseharian hidup. Anak sebagai peniru yang ulung melihat dan meminta menggunakan HP yang berjejaring dengan internet pada orang tua. Bagaimana sikap orang tua memenuhi keinginan anak-anak? Melarang anak menggunakan HP membuat anak akan meminjam HP ke temannya, atau mengakses secara sembunyi-sembunyi dari orang tua. Demikian juga memberikan HP secara terus menerus padaa anak berdampak pada anak terpapar radiasi dan berbahaya pada kesehatan mata dan kesehatan tubuhnya dan batinnya. Dilema ini akan penulis coba untuk melihat alternatif sikap yang perlu dilakukan oleh orang tua. 


Saturday, March 10, 2018

Wisuda Tahfidz 2018 di Yayasan Sekolah Namira



Agenda Wisuda Tahfidz Khotmil Qur’an dan Munaqosah jilid oleh rumah tahfidz Namira berlangsung sukses hari ini, Sabtu, 10 Maret 2018. Wisuda Tahfidz bertempat di Gedung SD Namira Kraksaan. Acara dimulai pada pukul 07.00 pagi sampai 13.00 WIB. Hadir pada acara tersebut ratusan murid-murid dan orang tua sekolah Namira. Lembaga Namira School terdiri dari rumah tahfid, daycare, playgroup, kendergarten, dan elementary.


Siswa PAUD Namira menghapal Al-Qur'an

Saturday, November 11, 2017

Standar Kompetensi Siswa PAUD, SD, SMP dan SMA

Perkembangan siswa membutuhkan perhatian dari orang tua. Orang tua berperan melakukan identifikasi perkembangan anak. Orang tua yang lebih banyak tinggal dengan anak akan mengetahui kemampuan yang telah dicapai oleh anak. Orang tua mengetahui hal yang belum tercapai dan menolong anak agar mampu melatihnya agar mencapai tugas perkembangan. Apa saja tugas perkembangan anak?


Thursday, October 26, 2017

Kekuatan kata~kata dan Keterbatasannya melalui penggunaan teknologi.

Kata adalah kekuatan. Kata menguatkan dan menyakitkan orang lain. Kata~kata yang keluar tidak bisa ditarik kembali. Kata bagaikan busur yang melesat dari anak panah. Kata membuat orang terpana dan terpaku. Kata membuat orang selamat dan  termakan oleh kata~katanya sendiri. Jika kau berkata yang lembut dan baik, maka lihat akibat yang timbul dari perkataan. Kata yang muncul cermin pikiran dan perasaan. Hakikat dari budi pekerti. Kata dan kalimat melegakan juga menyesakkan. Mendengar kata~kata dari orang lain juga memainkan emosi. Macam emosi dari senang, sedih, susah, marah, menderita.

Bagaimana pengaruh kata pada emosi? Tanyakanlah pada anak yang dimarahi oleh orang tua atau gurunya. Anak akan sedih, diam dan menangis. Tanyalah pada istri yang dikata~katai oleh suaminya atau sebaliknya. Pasangan akan sedih, susah, marah, menangis, dan benci. Sebaliknya kata yang indah berisi pujian, pengertian, penerimaan tulus, menimbulkan emosi senang, gembira, ceria dan bahagoa. Kata bisa membahagiakan.

 Kata bagai senjata mematikan lawan.
mulut manusia mempermainkan emosi. Betapa banyak pertengkaran yang diiringi dengan nada tinggi mencerai beraikan kasih dan sayang?
Berhati~hatilah jika berkata. Berkatalah yang baik atau jika tidak maka diamlah. Karena itu lebih baik.

Kata bijaksana memberi ketenangan. Mampu menenangkan. Kata yang menyakitkan memicu kebencian, kesedihan dan permusuhan.
Kata~kata yang keluar dari mulut akan terasa bagi orang lain. Rasa manis atau pahit. Kata kata bisa melemahkan dan menguatkan. Dengan kata, mampu memahami dan mengerti banyak hal.
Kata yang diproduksi dg menggunakan teknologi cenderung lepas dari kondisi dan konteks lingkungan.

Emosi laksana sirkuit. Seorang sering jungkir balik perasaannya apabila berkomunikasi.  Menerima kata kata dari seseorang dg menggunakan hand phone, tulisan di whatsap. Teknologi tidak memiliki empati pada kondisi seseorang. Seringkali interaksi dg media teknologi menimbulkan persepsi berbeda.

Empati adalah merasakan apa yang dirasakan oleh orang lain. Media hand phone tidak memiliki rasa. Bicara dg seseorang melalui hand phone tidak ada rasa empati. Seorang yang diajak berbicara jarak jauh tidak terlihat kondisi yang dialami.

Interaksi langsung tidak cukup melalui handphone. Perlu interaksi langsung dan bertemu dalam silaturrahmi untuk menghadirkan kata yang memahami kondisi orang lain. Teknologi hanya membantu sebagai sarana berjumpa lewat kata dan tulisan juga gambar. Tapi tidak bisa menggantikan kelekatan hubungan kasih sayang. Sadarilah ... seberapa banyak waktu berinteraksi dengan handphone setiap hari? Lebih banyak mana waktu menggunakan komputer yang berjejaring internet atau menemani pasangan dan anak anak melakukan kegiatan bersama? Kata tak cukup dg teknologi untuk menghadirkan empati dan kadih sayang. Dengarkan, lihat, tatap dan bangunlah kata~kata yang jujur apa adanya, tanpa menilai dan berprasangka. Maka kata akan jadi kekuatan produktif mengubah ke emosi positif.


Konferensi Internasional Konselor Sekolah

Konferensi IBKS (Ikatan Bimbingan & Konseling Sekolah) digelar pada tanggal 26-29 Oktober 2017 di Alana Convention Yogyakarta. Peserta hadir dari kalangan guru BK di Sekolah, Dosen di Perguruan tinggi dan konselor. Peserta dari perwakilan konselor sekolah dari negara Malaysia, Brunai Darussalam, Singapura, Thailand dan banyak lagi. Guru BK yang hadir dari berbagai daerah di nusantara. Mulai dari Papua, Kalimantan, Sulawesi, Jawa Timur, Jawa Barat, Jakarta, NTB, Bali dan sebagainya. Ratusan konselor sekolah antusias mengikuti konferensi internasional.
Peserta dari Jawa Timur, Bali dan Mataram bersama dg Nara sumber IBKS