Suara Hati Seorang Perempuan

Saturday, March 03, 2007

Perceraian

Setiap pasangan menginginkan keutuhan dalam membangun rumah tangga. Namun realitas menunjukkan angka perceraian kian meningkat. Adanya tekanan sosial di masyarakat (social pressure) bahwa bercerai bukan merupakan hal yang tabu atau aib di masyarakat, bercerai sudah menjadi hal yang biasa. Bercerai adalah hal yang halal tetapi di benci oleh Allah SWT. Bercerai menimbulkan masalah sosial bagi kelangsungan hidup anak-anak dan orang tua. Perceraian merobohkan tiang rumah tangga. Lalu bagaimana?


***


Perceraian

Oleh: Najlah Naqiyah


Tulisan ini terinspirasi dari laporan Marzuqi A. haris (wartawan Radar Bromo) tentang maraknya perceraian di Kabupaten Probolinggo hari selasa, 20 Pebruari 2007. Tulisan tersebut memuat data dan latar belakang peristiwa yang memicu tingginya kasus perceraian, hingga sehari PA bisa menggelar 15 sidang perceraian. Tulisan ini diharapkan menjadi ruang dialog untuk membicarakan kasus perceraian yang merisaukan penulis.

Setiap pasangan menginginkan keutuhan dalam membangun rumah tangga. Namun realitas menunjukkan angka perceraian kian meningkat. Adanya tekanan sosial di masyarakat (social pressure) bahwa bercerai bukan merupakan hal yang tabu atau aib di masyarakat, bercerai sudah menjadi hal yang biasa. Bercerai adalah hal yang halal tetapi di benci oleh Allah SWT. Bercerai menimbulkan masalah sosial bagi kelangsungan hidup anak-anak dan orang tua. Perceraian merobohkan tiang rumah tangga. Kepercayaan antar pasangan semakin rapuh dan rusak.

Angka perceraian di kabupaten Probolinggo tergolong tinggi, angka perceraian tercatat di PA Kabupaten Probolinggo pada Desember 2006, terdapat 123 kasus perceraian. Sedangkan januari 2007 mencapai 120 kasus. Untuk bulan pebruari 2007 angka perceraian tetap tinggi. (Radar Bromo, 20/02/2007). Penelitian Goleman di Amerika, menyebutkan dari 10 orang pasangan menikah, hanya 3 pasangan saja yang mampu mempertahankan keutuhan rumah tangga mereka. Dari bukti tersebut, krisis perkawinan berada pada tingkat yang mengkhawatirkan. Hal yang ditengarahi menjadi polemik yang memicu keretakan rumah tangga adalah tidak adanya kecerdasan emosi dalam memahami perasaan pasangan.

Menurut Herani, seorang panitera, setiap hari PA menggelar sidang cerai. Biasanya setiap senin, PA menggelar 15 kasus sidang cerai. Sedangkan hari-hari lain, sidang cerai dibawah angka sepuluh. (radar bromo, 20/02/2007). Masih menurut Panitera tersebut, paling banyak yang mengajukan perceraian, pasangan usia dibawah umur 30 tahun. Penyebab perceraian dilatarbelakangi karena pernikahan di bawah umur dan persoalan ekonomi. Fakta tingginya angka perceraian merupakan rapuhnya pondasi rumah tangga di masyarakat. Mengapa masyarakat sedemikian mudah mengajukan gugatan cerai, setelah mereka mengadakan perjanjian suci dengan Tuhan (baca: akad nikah) ?. Pertanyaan ini menggelitik penulis untuk sejenak merenungi fenomena perceraian yang kian marak terjadi.

Pembajakan Emosi (Hijacking)

Melongok penyebab maraknya gugatan cerai kebanyakan dipicu oleh persoalan sepele, kemudian dibesar-besarkan. Misalnya seorang suami menggugat cerai istrinya hanya karena si istri menggunakan HP milik suami tanpa ijin, kemudian suami menuduh istri menelpon laki-laki bukan muhrim tanpa sepengetahuan suami, Suami marah dan melakukan gugatan cerai ke PA. Contoh ini, adalah sebagian kecil masalah emosi yang menimbulkan prasangka buruk secara terus menerus menyebabkan perceraian. Pasangan tersebut dibajak emosi. Masalah emosi pasangan antara laki-laki dan perempuan berbeda, dikarenakan oleh akar pada masa kanak-kanak.

Akar masa kanak-kanak laki-laki dan perempuan tidak sama. Anak-anak laki-laki berbeda dengan anak perempuan dalam hal permainan yang mereka sukai, pola pendidikan emosi, hal bermain, rasa bangga, dan pokok pembicaraan. Anak laki-laki menyukai permaian yang berhubungan dengan ketangkasan, kemandirian, saling bersaing, bertahan sedangkan perempuan cenderung bekerjasama, pokok pembicaraan perempuan berhubungan dengan emosi, keterampilan bahasa. Sedangkan laki-laki banyak membicarakan tentang kemandirian, dan rasa bangga pada hal-hal yang berhubungan dengan ketangkasan, kompetisi, dan kekuatan yang dimiliki.

Laki-laki dan perempuan berbeda dalam menghendel masalah emosi masing-masing. Hal yang rawan bagi laki-laki ialah laki-laki cenderung mempertahankan ego dan harga diri mereka, dan tidak kuat dikritik istri secara terus menerus, bersikap membisu atau defensif. Hal yang rawan bagi perempuan cenderung emosional, suka mengkritik dan menangis. Sikap yang berbeda tersebut kerapkali memicu pertengkaran apabila tidak memiliki kecerdasan emosi untuk mengerti perasaan masing-masing pasangan.

Perbedaan pendapat, pertengkaran, percekcokan, perselisihan yang terus menerus menyebabkan hilangnya rasa cinta dan kasih sayang. Pertengkaran hanya menyebabkan bersemainya rasa benci dan buruk sangka terhadap pasangan. Pertengkaran yang meluap-luap akan menyebabkan hilangnya rasa percaya dan terus memicu perceraian. Sementara perselisihan yang berakhir dengan baik dengan menyadari dan mengetahui perasaan masing-masing, bersikap empati dan mau memaafkan kesalahan pasangannya.


Penyebab perceraian juga dipicu maraknya pernikahan di bawah umur. Pernikahan di bawah umur membuat mereka belum siap mengatasi pernik-pernik pertikaian yang mereka jumpai. Pernikahan adalah memerlukan kesatuan tekad, kepercayaan dan penerimaan dari setiap pasangan menjalani mahligai perkawinan. Ketidaksiapan pasangan tentu berhubungan dengan tingkat kedewasaan, mengatasi persoalan yang terkait dengan kehidupan, seperti keuangan, hubungan kekeluargaan, pekerjaan setiap pasangan. Cara mereka berpikir, bertindak menentukan cara mereka mengambil keputusan dalam hidup. Menikah di bawah umur yang disertai pendidikan rendah menyebabkan tidak dewasa.

Mengatasi Perselisihan

Bagaimana mengelola perselisian yang berakhir dengan baik?. Setiap pasangan bagaikan musuh dalam selimut (intimate enemous). Suami istri adalah dua pribadi yang berbeda, dan berusaha hidup selaras dalam keutuhan rumah tangga. Untuk itu dibutuhkan banyak rasa saling mengerti perasaan pasangan. Hal ini dilakukan dengan cara :

Pertama, menenangkan diri dilakukan guna meredam emosi impulsif. Menenangkan diri dilakukan dengan cara, misalnya relaksasi, yoga, bersilaturrahmi, mendatangi tempat-tempat rekreasi, mengheningkan diri dalam doa-doa, berdzikir (mengingat Allah SWT), melakukan shalat sunnah, dan membaca al-Qur’an (kitab suci). Menenangkan diri juga akan menenangkan jiwa-jiwa yang gelisah, membersihkan racun-racun emosi yang membajak hati. Dengan menenangkan diri membuat orang sejenak merenung dan mencari inspirasi serta mendengarkan kata hati. Orang yang tenang tidak akan mudah terbawa emosi pertengkaran. Sebaliknya, dengan menenagkan diri, akan mengakhirkan perselisihan dengan menyadari kesalahan masing-masing.

Kedua, dilaog batin dilakukan dengan berbicara dengan batin, mengenai apa yang diinginkan dan mengapa keinginan itu tidak terpenuhi serta bagaimana mengatasi realitas menurut diri. Dialog batin perlu dilakukan guna membersihkan pikiran-pikiran irasional. Dialog batin dengan mendengarkan hati nurani dan akal pikiran akan menemukan jalan keluar dari permasalahan yang dihadapi oleh pasangan.

Ketiga, mintalah nasehat perkawinan. Setiap pasangan perlu mencari penasehat untuk membantu mengatasi persolan rumah tangga yang sudah akut. Mendatangi para tokoh agamawan, para guru, atau para konselor perkawinan akan membantu mencari alternatif dari perselisihan yang dihadapi. Nasehat perkawinan juga bisa dilakukan dengan membaca buku-buku yang berguna tentang hakekat perkawinan dan tujuan hidup pasangan. Nasehat perkawinan juga diperoleh dari contoh atau teladan para keluarga sejahtera, misalnya dengan cara saling berkunjung dan bertukar pengalaman dengan sesama teman atau sahabat dalam mengatasi konflik rumah tangga. Nasehat perkawinan yang diperoleh dari teman, sahabat atau ahli akan menguatkan kembali jiwa yang krisis. Nasehat perkawinan bisa menjadikan tempat konsultasi para pasangan yang tengah berkonflik.

Keempat, mendengar dan berbicara secara terbuka dengan pasangan. Saling mendengarkan keluhan pasangan, mencoba memahami jalan pikiran masing-masing akan membuat saling pengertian. Mendengarkan pasangan adalah perlu dalam sebuah relasi keluarga. Setiap orang ingin didengarkan oleh pasangan tentang kerisauan-kerisauan mereka yang bergejolak. Saling berbicara secara terbuka tentang masalah yang jumpai oleh setiap pasangan, bukan membicarakan tentang kepribadian. Karena kepribadian tidak bisa di rubah. Membicarakan kepribadian negatif masing-masing hanya akan memicu setiap pasangan menjadi merasa ditolak, tidak dicintai dan dipersalahkan. Untuk itu dalam membicarakan perlu mempertimbangkan, apakah hal yang dibicarakan tidak menyinggung kepribadian (baca:bawaan) pasangan?. Bagaimana perasaan pasangan apabila saya mengatakan hal ini?. Jika setiap pasangan mampu menimbang rasa maka akan terjadi pembicaraan yang terbuka, penuh rasa percaya dan meningkatkan rasa cinta. Indah bukan?


14 Comments:

  • Assalamu'alikum, salam kenal Mbak Najlah. Saya Rini, mahasiswa Indonesia yg lagi di Delhi, tahu mbak dari Mas Rison. Blognya sy link ya mbak, untuk referensi dan baca2. Sy jg suka ama bukunya. Dulu baca dengan numpang pinjam ama teman.

    Salam,

    Rini

    By Anonymous Rini, at 5:17 AM  

  • mbak, kalo masang foto jangan yang cakep2, ayu, radin. ga pantes n Soalnya jadi ingetin aq ma cew idaman.

    By Anonymous Anonymous, at 1:46 PM  

  • Ass, Mba perkenalkan nama saya Toto. Saya ingin bertnya tentang disign web anda di blog. Bagaimana menampilkan search engine goole seperti di web blog anda?. Begitu pula dengan tampilan artikel yang anda tulis di page depan, bisa dikemas dalam tampilan artikel selengkapnya. Semoga jelas apa yang saya tanyakan, maaf jika pertanyaan menyimpang dari materi artikel anda. Terima kasih.

    Mohon jawabannya disampaikan ke email saya toto_may78@yahoo.com

    Wassalm

    By Blogger my website, at 2:51 AM  

  • Maaf saya tidak kasi komentar tapi,
    dalam kesempatan ini saya mau menyampaikan tulisan-tulisan di blog saya(http://www.ilhamsy.blog.com) yang membahas pendidikan Mudah-mudah dapat menjadi Masukan Bagi semua pihak yang berkepentingan, atas kesempatan ini saya ucapkan terima kasih :

    KITA PEDULI PENDIDIKAN
    Sunday, June 24, 2007
    REVOLUSI PENDIDIKAN
    Telah terjadi perubahan yang sangat drastis pada pola kehidupan kita saat ini, terlebih kini telah hadirnya media global seperti Internet. Perubahan itu perlu diantisipasi dengan upaya menyiapkan Sumber Daya Manusia(SDM) yang berkualitas, untuk itu harus ada Revolusi dan Sistim Pendidikan, agar dapat menghasilkan SDM yang berkualitas.
    Sistim Pendidikan yang ada saat ini di Indonesia Belum Mampu menghasilkan SDM yang cukup berkualitas dalam waktu yang relatif singkat dan siap pakai serta siap meng up date dirinya terhadap perkembangan teknologi yang pesat. Ada sebuah pemikiran untuk membuat suatu sistim pendidikan yang berorientasi pada peserta didik, setiap peserta didik diperlakukan secara induvidu, yang memungkinkan setiap individu peserta didik dapat meningkatkan level pendidikannya pada saat yang tepat tak harus menunggu sampai satu tahun misalnya seperti pada sistim pendidikan yang ada saat ini. seperti halnya sebuah buah yang matang harus dipetik pada saat yang tepat jangan terlambat juga jangan terlalu cepat tergantung pada kematang buah itu sendiri. Jika terlamabat dipetik akan busuk dan jika terlalu cepat dipetik juga tak akan matang-matang.
    Dalam memberikan bobot pelajaran pada peserta didik juga harus tepat dengan kemampuan peserta didik agar tak membebani juga tidak terlalu ringan seperti halnya buah durian karena bobot buah itu sesuai dengan yang seharusnya, maka pada saat sudah matang buah durian akan dengan sendirinya jatuh.
    Agar semua hal itu dapat terwujud kita perlu urun rembuk bersama sebagai bentuk kepedulian kita pada pendidikan, perlu kiranya dibuat sebuah pilot projeknya. Yang dalam proses pendikan itu nanti dapat dimanfaatkan Internet sebagai sarana untuk prose belajar mengajar.
    Posted by ilhamsy at 11:05 | Permanent Link | Comments (0) |

    Tuesday, July 03, 2007
    Mengapa Harus Menunggu
    Pada Sistim Pendidikan yang ada sekarang, untuk memasukan anak kita sekolah harus menunggu datangnya tahun ajaran baru, padahal kelahiran anak kita tidak dapat menunggu datangnya tahun baru. Jadi bagi anak yang lahir pada selain bulan Juli, harus menunggu sampai bulan Juli untuk mendaftar sekolah, padahal dia sudah cukup umur untuk memulai Pendidikannya.
    Karena itu mengapa kita harus menunggu, mengapa tidak kita buat saya suatu lembaga pendidikan yang dapat menerima siswanya setiap saat, tak harus menunggu datangnya tahun ajaran baru hingga tak akan ada masalah seorang anak terlalu cepat, atau terlambat masuk lembaga pendidikan karena tidak lahir pada bulan Juli.
    Dengan makin berkembangnya penggunaan internet saat ini, sangat dimungkinkan untuk membuat suatu lembaga pendidikan yang dapat menerima siswa setiap saat dan dapat juga meluluskan siswa setiap saat, sesuai dengan kemampuan masing-masing peserta didik.
    Posted by ilhamsy at 14:19 | Permanent Link | Comments (2) |


    Tuesday, July 10, 2007
    MENUJU SISTIM BARU PENDIDIKAN NASIONAL
    Dari hasil perenungan dan pemikiran yang mendalam, serta diskusi-diskusi dan masukan-masukan dari berbagai pihak akhirnya tercetuslah sebuah ide : Menuju Sistim Baru Pendidikan Nasional
    Dalam sistim baru ini klasifikasi kelas mengunakan sistim level, setiap level untuk siswa dengan kemampuan menengah(standar) lamanya 3(tiga) bulan.
    Untuk pendidikan setingkat Sekolah Dasar, diselesaikan dalam 16 level (4 tahun), untuk pendidikan setingkat SLTP diselesaikan dalam 8 level (2 tahun), dan untuk pendidikan setingkat SLTA diselesaikan dalam 8 level (2 tahun).
    Setiap kelas pada sistim ini terdiri dari 10 sampai 15 orang peserta didik. kenaikan kelas(level) dilakukan 3 bulan sekali untuk siswa dengan kemampuan standar, sedang untuk siswa dengan kemampuan diatas standar dapat lebih cepat dari 3 bulan dan untuk siswa dengan kemampuan biasa-biasa saja dapat lebih lama dari 3 bulan, tergantungan pada kematangan peserta didik. Kenaikan yang fleksibel ini dimungkinkan karena pengajarannya lebih bersifat individu, dan sistim tesnya juga bersifat induvidu.
    Hasil tes dan materi pelajaran yang diberikan dapat dilihat setiap saat oleh orang tua siswa pada web site (situs) sekolah melalui internet.
    Karena kenaikan level dilakukan 3 bulan sekali maka penerimaan siswa baru juga dilakukan 3 bulan sekali. Juga dimungkinkan penerimaan siswa baru saat dipertengahan level berjalan sepanjang hasil tes penerimaan siswa baru memenuhi persyaratan.

    KURIKULUM
    Kurikulum yang dipakai pada sistim ini mengacu pada kurikulum Diknas sebagai standar. Satu level pada sistim ini setara dengan 1 catur wulan namun diselesaikan dalam 3 bulan.

    KEGIATAN BELAJAR MENGAJAR(KBM)
    Pada sistim baru ini KBM telah menggunakan Teknologi Informasi (TI) termasuk internet yang online 24 jam. Setiap siswa harus memiliki sebuah laptop seharga kurang lebih 5 juta rupiah, tetapi selama masa pendidikan tak perlu lagi membeli buku, jadi dananya dapat dialihkan untuk membeli Laptop(Note Book). Hal ini dapat menghemat penggunaan kertas, juga dapat menghindari penebangan hutan sebagai bahan baku kertas.
    Posted by ilhamsy at 13:10 | Permanent Link | Comments (1) |

    6:11 AM

    By Anonymous ilham, at 6:33 AM  

  • Makasih bu ... saya banyak masukan baca-baca blog ini. Boleh gak kalo saya link dari blog saya ??

    By Anonymous kopitozie, at 8:12 PM  

  • bu guru... salam kenal...
    bu...
    kasus diatas tuh bener bu...
    waduh kota probolinggoku tercinta...
    kenapa, kok bisa...
    hanya karna HP...
    padahal 31 Des 2007 ni pernikahan masih akan berlangsung...
    jadi takut neh...

    By Anonymous jhal, at 9:04 AM  

  • Pada dasarnya perceraian itu ibarat hidup-mati, rezeki seseorang...tiada yg tau dan tiada yg menghendakinya. Namun kenapa negara Indonesia merupakan negara No. 1 tingkat perceraiannya se asia pacific.
    Oleh sebab itu adanya situs www.masalahperceraian.com dan www.masalah-perceraian.blogspot.com sangat membantu orang2x yg sedang megalami masalah keluarga.

    By Blogger Masalah Perceraian, at 6:52 AM  

  • utk orang ingin bercerai pasti sebelumnya ia pasti tersiksa dlm khidupan perkawinannya, dan ia sendirilah yg berhak menilai apakah yg terbaik bercerai atau tidak. Ia sudah tersiksa sekian lama, dan sudah mencoba bertahan namun tetap tersiksa, maka kalo memang jalan terbaik adalah perceraian...mngapa kita harus men-judge-nya?

    By Blogger Pengacara Perceraian, at 7:55 AM  

  • Assalamualaikum, salam kenal mba Najlah. saya seorang guru di jakarta.saya menghadapi masalah yang rumit mengenai masalah rumah tangga.saya ingin konsul tapi bisa tidak melalui email mba? kalau bisa tolong balas ke email saya cerialina228@yahoo.com. terima kasih sebelumnya

    By Anonymous Anonymous, at 11:08 PM  

  • pa sja y yang membuat perceraian???

    By Anonymous Wise Thought, at 9:57 AM  

  • YANG SAYA ALAMI SEKARANG INI SAYA JUGA TELAH BERCERAI DENGAN ISTRI SAYA. ISTRI SAYA SELINGKUH DENGAN PENJAGA COUNTER DI KOTA SAYA. INI DIMULAI SETAHUN YANG LALU KETIKA SUATU KESALAHAN YANG SAYA BUAT YAITU MEMBIARKAN ISTRI SAYA MENGISI PULSA SENDIRIAN. DIFORUM INI,SAYA INGIN MENGINGATKAN ANDA PARA WANITA DAN PARA LELAKI,,, JANGAN PERNAH MENYURUH ISTRI ANDA MENGISI PULSA SENDIRIAN, AGAR TERHINDAR DARI "PARA AGEN PENCARI NOMOR PEREMPUAN" YANG AKAN MEMBUAT RUMAH TANGGA ANDA BERANTAKAN. ISTRI SAYA SELINGKUH PUN BERAWAL DARI SMS AN DENGAN PEGAWAI COUNTER. SAYA SENDIRI SEBAGAI SUAMI PERCAYA PADA ISTRI NAMUN TERNYATA BEGINI JADINYA. SILAHKAN ANDA KUNJUNGI WWW.ANAK ANAK TASIK.COM. MOHON SARAN UNTUK PEMBUATAN BLOG SAYA, TOLONG DINILAI OLEH ANDA DAN KASIH KOMENTAR YA....TERIMA KASIH.

    By OpenID nugi234, at 10:36 PM  

  • Assalamu'alaikum, salam kenal. Saat ini saya sedang dalam ambang perceraian dengan suami. Hal2 yang mbak sampaikan tidak terungkap dalam kasus yang saya hadapi. Kira2 saya bisa contect dengan mbak via email ga? apabila ya dengan sangat senang hati bila mbak mau meluangkan waktu dengan saya. Sebelumnya banyak terima kasih. Wasalam

    By Blogger lestari_cw, at 9:01 PM  

  • Salam Kenal...
    Saya ibu 2 anak, pekerja, saat ini saya ingin saya pisah dri suami krn sudah tidak mencintainya lagi...tapi sekarang suami saya berubah jadi posesif karena tidak mau berpisah dari saya... HELP ME

    By Anonymous Anonymous, at 11:51 PM  

  • salam kenal,,
    saya juga sudah pisah dengan isteri saya sekitar 6 bulan lalu..
    baru pisah belum cerai, isteri saya selimgkuh dengan tukang ojek langanannya, salah saya juga karean aterlalu percaya dan membiarkannya..

    By Anonymous Anonymous, at 4:47 PM  

Post a Comment

<<<...Halaman muka