Sunday, October 27, 2019

Melatih Santri Belajar Public Speaking

Latihan Public Speaking di pondok pesantren Al-Falah Ploso Kediri dilakukan oleh tim (Pengabdian Kepada Masyarakat) Universitas Negeri Surabaya (PKM Unesa). Tim PKM diketuai oleh Najlatun Naqiyah dengan anggota Mutimmatul Faidah, Sjafiatul Mardiyah, Turhanyani, Farid Ilhamuddin dan Sumarlik. Pelaksanaan PKM Unesa Tahun 2019 bekerjasama dengan pondok pesantren dapat meningkatkan keterampilan santri. Pelaksanaan PKM public speaking adalah hasil riset Najlatun naqiyah di pondok pesantren beberapa tahun sebelumnya. Penelitian Najlah dalam bidang self-efficacy mulai dikembangkan dalam bidang akademik,  performansi atlit, public speaking. Hasil penelitian public speaking meningkatkan rasa berhasil berbicara di muka umum, kemudian dijadikan PKM di pondok pesantren Al-Falah Ploso Kediri pada tahun 2019. Berikut hasil video saat PKM

https://youtu.be/mkiBpiaIKUI



Najlah fokus meneliti self-efficacy yang dikenal dengan "rasa berhasil". Rasa berhasil atau rasa mampu berpidato tidak datang dengan sendirinya. Rasa berhasil dicapai dengan latihan yang terus diasah. Individu perlu mengembangkan keterampilan berpidato. Para santri berlatih dan berlomba-lomba menjadi juara pidato di pondok pesantren akan  mampu meningkatkan keyakinan dan rasa percaya diri. Tim PKM Unesa membimbing santri melaksanakan latihan pidato agar tampil lebih baik di muka umum.

Latihan pidato di pondok pesantren Al-Falah Ploso Kediri dilakukan  seminggu sekali. Latihan khitobah tidak asing bagi santri. PKM public speaking diminati oleh santri baik laki-laki dan perempuan. Pelaksanaan PKM di pondok al-Falah dibagi menjadi dua kelompok. Kelompok santriwan dan kelompok santriwati di asrama Al-Falah putri. Pelaksanaan PKM berjalan dengan lancar dan sukses. Dukungan mitra dari jajaran pengasuh Gus Fahim R memberikan dukungan penuh kepada tim PKM Unesa melatih santri. Rasa hormat dan budi pekerti mulia dari para Kiai dan Ibunyai serta santri sangat menyentuh hati. Budaya pesantren yang ramah bagi santri terasa saat masuk dalam lingkungan pesantren. Nampak, para santri belajar tidak hanya ilmu pengetahuan tetapi juga hal ikhwal keseluruhan hidup Kiai dan Ibunyai di lingkungan pesantren. Kiai dan santri menyatu dalam lingkungan belajar. Para santri laki-laki ada 3000  dan perempuan 1000. Mereka menggunakan busana yang rapi, berbahasa jawa yang kromo, sikap akhlak mulia kepada para Kiai dan Ibunyai,  Guru, Dosen Unesa yang mengajar public speaking. Santri adalah penerus pejuang Islam di masa mendatang. Untuk menjawab kebutuhan tersebut, maka perlu menyiapkan santri yang trampil berdakwah.

 
Kebutuhan ahli dakwah bagi Islam di masa mendatang mesti dipersiapkan sejak belajar di pondok pesantren. Kebutuhan untuk syiar Islam dapat dipersiapkan dengan melatih santri untuk memiliki pengetahuan dan keterampilan berdakwah. Salah satu keterampilan public speaking dengan latihan pidato. Semoga latihan dan hasil lomba dapat meningkatkan rasa berhasil berpidato di pondok pesantren Al-Falah Ploso Kediri.

wallahu a'lam bis sawab



Najlatun Naqiyah





No comments: